Hasil pemeriksaan rumah sakit menunjukkan bahwa tulang belakang sang ibu retak. Hal ini bukan akibat terlemparnya sang ibu dari dalam mobil. Sang ibu menceritakan kejadian persisnya. Ibu yang berperawakan kecil ini berusaha membalikkan mobilnya ke posisi empat rodanya di bawah. Kemudian dengan susah payah mengeluarkan bayinya dari dalam mobil dengan menggunakan kedua kakinya. Dalam upaya mengeluarkan bayinya itulah tulang belakang sang ibu retak.
Dalam keadaan normal, tidak mungkin seorang ibu berperawakan kecil mampu melakukan hal itu. Benar sang ibu tidak memiliki kekuatan otot dan fisik. Tetapi dia memiliki kekuatan motivasi!
Daniel mendapatkan ancaman untuk dimasukkan ke dalam pemangsa paling agresif yakni singa yang kelaparan. Hukuman ini datang karena ketetapan hatinya untuk memuja Allah yang Maha Kuasa. Ketetapan hatinya inilah yang menjadi motivasi vital dalam hidup Daniel. Jangankan kehilangan fasilitas sehari-harinya. Nyawanya pun dipertaruhkannya.
Motivasi Yesus datang dan menyelamatkan manusia karena Dia begitu mengasihi manusia. Dari motivasi ini Dia berketetapan untuk menyerahkan nyawanya.
Adakah keadaan dunia – kesulitan hidup, masalah, problem, pergumulan – menyurutkan kasih kita kepada Dia? Ketika kita memiliki motivasi yang benar di dalam hidup kita, maka kita juga akan mengasihiNya, seperti halnya Dia mengasihi kita.
Berapa banyak orang-orang muda laki-laki dan perempuan telah menyia-nyiakan kuasa, yang telah diberikan TUHAN kepadanya oleh gila-gilaan dan pemborosan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar