Ini pelat nomor mobil yang saya lihat di Manchester, New Hampshire, AS. Live free or die bahkan menjadi moto resmi negara bagian yang termasuk dalam kawasan New England itu. Ini mungkin moto paling kondang di AS.
Frasa ‘live free or die‘ atau ‘hidup merdeka atau mati’ dicetak di setiap pelat nomor kendaraan yang diterbitkan New Hampshire. Maknanya kira-kira sama dengan slogan kemerdekaan kita, ‘Merdeka atau Mati’.
Slogan ini sebenarnya berasal pada masa perang. Tentara dan pejuang New Hampshire terkenal paling gigih dan independen saat itu. Baru ditetapkan pada 1945, umur moto ini dimulai pada 31 Juli 1809.
Gara-gara Jenderal John Stark, tentara paling terkenal dari New Hampshire selama Perang Revolusi Amerika, tidak bisa menghadiri acara tahunan peringatan Pertempuran Bennington. Sebagai gantinya dia mengirim surat bertuliskan ‘Live free or die: Death is not the worst of evils’.
Moto hidup Live Free or Die juga terlihat dari kehidupan keseharian warga New Hampshire. Misalnya mereka merdeka dari kewajiban mengenakan seat belt saat bermobil. Tidak mengenakan helm ketika naik motor pun tidak akan membuat mereka berurusan dengan polisi. Ini tidak dialami penduduk negara-negara bagian lain di seluruh AS.
Live Free or Die juga merembet ke urusan pajak. New Hampshire satu-satunya negara bagian di AS yang tidak memberlakukan pajak pendapatan dan penjualan.
Beli celana jeans Levi’s di New Hampshire akan lebih murah dibandingkan beli di Denver misalnya. Bahkan meskipun kita membelinya di toko jaringan seperti JC Penney atau Macy. Teman-teman saya memborong celana Levi’s dan Dockers, serta mainan Lego di JC Penney, Manchester.
Jadi kalau berkunjung ke New Hampshire, jangan lupa membeli suvenir ‘resmi’. Apapun suvenirnya, gantungan kunci hingga T-shirt, baru sah bilah bertuliskan ‘live free or die’.

