Ketika saya melayani salah seorang peserta Penyelaman Rohani beberapa waktu lalu, salah seorang peserta dari Jombang mengatakan: “Saya sudah tidak berarti lagi”. Maka kemudian dia melakukan sesuatu yang seharusnya tidak harus dia lakukan. Dia terjebak dengan kepahitan, kekecewaan, pornografi, seks bebas, dan obat-obat terlarang.
Saya yakin bahwa di atas bahu orang-orang mudalah terletak tanggung jawab yang besar. Tuhan berharap banyak dari orang-orang muda, yang hidup dalam keturunan zaman sekarang, dimana terang dan pengetahuan makin bertambah-tambah. Dan ketika dunia global menguasai seluruh kehidupan manusia, perlu keyakinan bahwa ketika seseorang berbuat bagi orang lain, dia juga berbuat bagi dirinya sendiri.
Michael Le Boeuf dalam bukunya How To Motivate People mengatakan: Anda mendapatkan lebih banyak daripada sikap yang Anda berikan. Anda tidak mendapatkan apa yang Anda harapkan, yang Anda minta, yang Anda inginkan, atau yang Anda mohon. Anda mendapatkan apa yang Anda berikan.
Daniel ketika berada di Babel tahu persis, bahwa dia bukan utusan atau delegasi atau duta dari negaranya. Dia hanya salah seorang tawanan. Tetapi dia tahu persis bahwa kehidupannya akan bermanfaat apabila dia mendatangkan manfaat bagi orang lain.
“Mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel”. Daniel bertindak. Daniel berbuat. Ketika dia berbuat dan bertindak, dia tidak bertindak atas kemauannya sendiri. Dia memohon belas kasihan Allah. Daniel menerima kasih karunia Allah. Dia berbuat hal yang baik bagi lawannya.
Anak muda, bangsamu memerlukanmu. Daniel menghimpunkan ketiga temannya untuk mendapatkan solusi. Dan Daniel memperoleh solusi tersebut. Bagaimana dengan Anda?

