2 Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar
Graham Cryster, seorang penginjil muda yang diselundupkan ke Afrika Selatan dalam tahanan yang dikuasai komunis, suatu malam diminta orang-orang muda untuk bercerita. “Ceritakan kepada kami tentang Injil Ye¬sus Kristus”, pinta mereka. Graham memberikan kesaksian yang je¬las dan kuat dari Injil. Ia juga menunjukkan ba¬gaimana iman pribadi di dalam Kristus Yesus secara ajaib sanggup mengubah seseorang dan membentuk sebuah kesatuan dari orang-orang percaya. Dan di sana tidak ada perbedaan Yahudi - Yunani, laki - perempuan, kaya atau miskin, kulit hitam atau putih.
Setelah bercerita demikian seorang anak muda usia tujuh belas tahun bertanya: “Apa yang Anda sampaikan sangat indah. Tetapi bisakah Anda menunjukkan kepada saya, di ma¬na hal itu bisa saya temui?” Wajah Graham tertun¬duk lesu. Dia menjawab: “Memang benar tidak ada o¬rang Afrika Selatan yang menghayati Injil di dalam hi¬dupnya.” Sang anak muda marah! Dia balik berkata dengan nada emosi: “Jadi semuanya itu hanyalah sepotong kotoran belaka?”
Potret di atas terjadi ketika “gereja” menjadi sama dengan dunia ini. “Gereja” yang demikian demikian adalah gereja yang belum berubah. Gereja yang belum berubah adalah gereja yang masih berada dalam potret kehidupan yang lama. Gereja yang masih dalam potret kehidupan yang lama adalah gereja yang tidak mampu mengubahkan dunia.
“Diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya” adalah perubahan permanen kehidupan orang-orang percaya. Sebab kata “diubah” dalam ayat di atas diambil dari kata metamorphoo. To change into another. Berubah menjadi bentuk yang lain.
Berubah menjadi bentuk yang lain adalah berubah menjadi serupa dengan gambarNya, yaitu Kristus.
Akar yang Berhati Mulia dan Daun yang Iri Hati
17 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar